Friday, May 8, 2015

Akhlak untuk Buah Hati


Anak adalah buah hati setiap orang tua, dambaan disetiap keinginan orang tua serta penyejuk hati bagi keletihan jiwa orang tua. Anak tidak lahir begitu saja, anak terlahir dari buah cinta sepasang hamba Allah subhanahu wa ta’ala yang merupakan amanat wajib untuk dijaga, diasuh dan dirawat dengan baik oleh orangtua.

Karena setiap amanat akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana hadist sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Ibnu Umar yang berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya dan seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarga dan akan dimintai tanggungjawab atas kepemimpinannya, dan wanita adalah penanggung jawab terhadap rumah suaminya dan akan dimintai tanggungjawabnya serta pembantu adalah penanggungjawab atas harta benda majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Keutamaan Anak Perempuan


Detik-detik saat kelahiran adalah saat-saat yang sangat menegangkan bagi seorang suami….begitu besar harapan yang telah ia gantungkan bagi anak yang ia nanti-nantikan kehadirannya. Begitu besar kegembiraan yang ia rasakan tatkala terdengar suara sang anak…

Akan tetapi semuanya menjadi berubah…tatkala sang suami mengetahui bahwa anak yang ia nanti-nantikan ternyata perempuan. Jadilah wajah yang tadi riang menjadi mengkerut…, nampak kegembiraan yang terkeruhkan dengan kemasaman dan kekesalan…, meskipun sang suami berusaha untuk meredamnya !!!

DONASI & KONTRIBUSI

Donasi Pengembangan Dakwah

 
 
 
 
 
 

Kontribusi

Muqaddimah 01 - Ust. Suryana Abu Usamah Lc


🌏 tarbiyatulauladbdg.blogspot.com
📆 Jum'at,  19 Rajab 1436 H / 8 Mei 2015 M
👤 Ustadz Suryana Abu Usamah, Lc
📗 Muqaddimah 01
📗 Kajian Kitab Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud karya Al Imam Ibnu Qayyim al Jauziyyah
🔊 Download Audio
〰〰〰〰〰〰〰〰

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله

Para akhwat sekalian yang dirahmati Allah, Alhamdulillah pada kesempatan ini kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala nikmat-Nya yang telah kita rasakan, atau mungkin ada nikmat yang kita tidak merasakannya. Itu semua adalah  nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Kemudian shalawat dan salam kita sanjungkan kepada Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pada kesempatan ini kita akan mengkaji sebuah kitab dari muqadimah yang ditulis oleh seorang 'alim Rabbani yaitu Al Imam Al Qayyim rahimahullah.

Salah satu kitabnya yaitu Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud. Semoga kajian ini  bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk anak-anak kita sekalian. Dan kajian ini dipersilahkan untuk disebarkan melalui WA.

Adapun mengapa beliau mengambil judul Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud, diceritakan bahwa kebanyakan para ulama itu terlahir atau hidup dalam kemiskinan, termasuk Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Ketika terlahir anak yakni cucu beliau, Burhanuddin, beliau tidak mempunyai sesuatu untuk diberikan sebagai hadiah bagi kelahiran cucunya. Maka akhirnya beliau menulis kitab Tuhfatul Maudud.

Tuhfah memiliki arti hadiah atau hal yang berharga. Maudud artinya kepada anak yang tersayang. Beliau tersibukkan dengan ilmu, sehingga untuk mencari dunia sangat sempit waktunya, karena waktunya kebanyakan digunakan untuk menuntut ilmu.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين